REKRUTMEN,
SELEKSI, DAN PENEMPATAN KETENAGA KERJAAN.
Dosen Pengampu: Bapak Arie Indra Gunawan, S.Pd,. M.M
Disusun Oleh
Kelompok:
2
1.
Tariman (116080003)
2.
Suci Indasari (116080027)
3.
Ayu Safitri (116080028)
4.
Prabowo (116080031)
Tingkat: 2A
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2018
PENDAHULUAN
Sebelum dapat
mengisi sebuah lowongan kerja, organisasi haruslah terlebih dahulu mencari
orang-orang yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga
menginginkan pekerjaan.proses rekrutmen sebagai sebuah cara organisasi mengatasi kekurangan kebutuhan
sumber daya manusianya.
Organisasi
secara berkala merekrut untuk menambah, mempertahankan, atau menyesuaikan
kembali keseluruhan tenaga kerja menurut kebutuhan sumber daya manusia.
Perencanaan pendahuluan yang sehat merupakan tahap kritis dalam proses
perekrutan. Dalam perencanaan rekrutmen, rencana sumber daya manusia mestilah
disusun: waktu, biaya, dan kebutuhan staff harus ditetapkan ; sumber harus
dianalisis ; dan persyaratan pekerjaan dan standar kepegawaian mestilah
ditetapkan dan divalidasi. Dalam tahap operasi, baik pasar internal maupun
pasar eksternal harus perlu dipertimbangkan, kendatipun sumber internal
biasanya diberikan prioritas. Pada akhirnya, keberhasilan upaya rekrutmen harus
di evaluasi melalui analisis kualitas dan biaya. Yang akan mengupas beraneka
aspek rekrutme, mulai dari tujuan, proses, sumber,dan alternatif terhadap rekrutmen.
Sumber
daya manusia sebuah organisasi merupakan sumber daya yang paling penting dan hanya akan dapat
diperloleh melalui upaya rekrutmen yang efektif. Kendatipun demikian, rekrutmen
yang efektif memerlukan tersedianya informasi yang akurat dan berkesinambungan
mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang dierlukan untuk melaksanakan
berbagai pekerjaan dalam orrganisasi. Perencanaan kepegawaian menentukan jumlah
karyawan yang dibutuhkan, dan segala aktifitas sumber daya manusia selanjutnya
(seperti seleksi, orientasi, pengembangan, dan kompensasi) tidak akan efektif
kecuali karyawan yang baik telah direkrut.
PEMBAHASAN
Rekrutmen
merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar menghendaki informasi yang akurat
mengenai seperti apakah rasanya didala organisasi yang bersangkutan. Organisasi
sangat menginginan informasi yang akurat seperti apakah pelamar jikalau kelak
dia diangkat jadi pegawai. Pelamar maupun organisasi saling berkirim sinyal
tentang hubungan kepegawaian. Para pelamar menunjukkan bahwa mereka adalah
calon calon yang menarik dan harus mendapat tawaran kerja ; para pelamar juga
mencoba untuk meminta organisasi agar memberikan informasi guna menentukan
apakah mereka akan bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa mereka meruakan tempat yang nyaman untuk
bekerja, mereka ingin mendapat sinyal dari pelamar yang memberiakan gambaran
sejujurnya tentang nilai potensial mereka kelak sebagai karyawan.
Tujuan
aktivitas rekrutmen adalah menemukan pelamar pelamar berkualifikasi yang akan
tetap bersama perusahaan dengan biaya yang paling sedikit oleh karena itu,
individu yang underqualified-yang belakangan tentunya akan diberhentikan, dan
individu yang overqualified-yang akan menderita prustasi dan meninggalkan
organisasi, tidak boleh diangkat menjadi pegawai. Tujan lainnya adalah bahwa
upaya rekrutmen hendaknya mempunya efek luberan, yakni citra umum organisasi
harus menanjak, dan bahkan pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan positif
terhadap perusahaan dan produk-produknya.
Kedalan
rekrutmen. Yang pertama,
karakteristik organisasional mempengaruhi desain dan implementasi sistem
rekutmen. Kedua citra organisasi
pelamar kerja biasanya tidak berminat dalam mencari lapangan kerja didalam
organisasi tertentu. Ketiga citra
organisasi yang positif ataupun negatif buruk ataupun baik, akan mempengaruhi
persepsi pelamar kerja.
Seleksi
adalah proses pemilihan dari sekelompok pelamar, atau orang orang yang paling
memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang
ada saat ini yang dilakukan oleh perusahaan.
Manager
perlu memutuskan kriteria seleksi untuk mengevaluasi pelamar-pelamar untuk
posisi yang lowong. Kriteria seleksi merupakan karakteristik yang berasal dari
deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Pada dasarnya, kriteria seleksi
haruslah mendaftar karakteristik karyawan yang akan berprestasi cemerlang
diposisi yang bakal didudukinya.
Proses
pengambilan keputusan pengangkatan yang berjalan dengan baik akan sangat
tergantung pada dua prinsi dasar proses seleksi. Pertama, perilaku dimasa lalu merupakan predictor terbaik atas
perilaku masa depan. Kedua,
organisasi harus menghimpun data yang andal dan sahi sebanyak mungkin,
sepanjang masih baik secara ekonomis, dan setelah itu memanfaatkan data tadi untuk
menyeleksi pelamar terbaik.
Faktor
yang memengaruhi proses seleksi. Pertama,
konsekuensi seleksi yang salah haruslah diperhitungkan. Kedua, yang mempengaruhi kecermatan proses seleksi adalah kebijakan
perusahaan dan sikap manajemen puncak. Ketiga,
menyangkut waktu yang tersedia untuk mengambil keputusan seleksi. Keempat, pendekatan seleksi yang berbeda
umumnya digunakan untuk mengisi posisi-posisi dijenjang yang berbeda didalam organisasi. Kelima, sektor ekonomi dimana individu
akan dikaryakan—swasta, pemerintaha, organisasi nirlaba—dapat juga mempengaruhi
proses seleksi.
Penempatan
tenaga kerja banyak orang yang berpendapat bahwa penempatan merupakan akhir
dari proses seleksi tenaga kerja. Menurut pandangan ini jika seluruh proses
telah ditempuh dan lamaran seseorang diterima akhirnya orang tersebut
memperoleh status sebagai pegawai dan ditempatkan pada posisi tertentu untuk
melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu pula. Ada beberapa konsep penematan
mencakup promosi, transfer, dan demosi.
Pertama promosi, promosi adalah ketika
seorang karyawan atau pegawai dipindahkan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan
lain dengan tanggung jawab lebih besar, tingkatan hirarki jabatan lebih tinggi
dan penghasilannya juga lebih besar. Kedua
transfer, dengan cara ini berarti
seorang pekerja melakukan pekerjaan yang sama atau sejenis, tanggung jawab
tidak berubah dan pengahasilanpun relatif sama. Ketiga demosi, demosi adalah ketika seseorang karena berbagai
pertimbangan mengalami penurunan pangkat atau jabatan dang pengahasilan serta
tanggung jawab yang lebih kecil atau semakin kecil dari sebelumnya.
RANGKUMAN
Rekrutmen
adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi,
kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan
yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai
pada saat calon memulai dicari, dan berakhir pada lamaran mereka diserahkan.
Aktivitas rekrutmen mempunyai tujuan: memikat pelamar yang melamar kesempatan
kerja, mempengaruhi pelamar, menerima tawaran kerja yang mereka terima, sebagai
sarana petukaran informasi.
Seleksi
adalah proses dengannya sebuah perusahaan memilih dari sekelompok pelamar, atau
orang-orang yang saling memenuhi kriteria seleksi untuk memenuhi posisi yang
tersedia berdasarkan kondisi saat ini. Seleksi merupakan fungsi yang penting
karena keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya
diperoleh melalui proses seleksi. Adapun tujuan proses seleksi untuk mencocokan
secara benar orang-orang dengan pekerjaan-pekerjaan.
Penempatan
adalah proses penugasan atau pengisian suatu jabatan maupun penugasan kembali
atau karyawan pada tugas maupun jabatan baru atau berbeda. Untuk membantu
karyawan menjadi anggota yang puas dan produktif, manajer, dan departemen SDM
harus membuat kesan awal menjadi sesuatu yang menyenangkan pada tenaga kerja
baru.











